Bui menanti Santri Gontor pelaku penganiayaan

Saat dikonfirmasi awak media dalam menangani kasus ini, Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya saat ini menyiapkan lembaga pendampingan karena ada satu pelaku yang berstatus masih di bawah umur. “Ada pelaku yang masih dibawah umur, kita siapkan lembaga pendampingan, untuk bantuan hukum,” terang Kapolres. 

Penganiayaan hingga meninggalnya korban dapat diancam dengan pidana kurungan paling lama 10 (sepuluh) tahun. Hal itu sesuai dengan Pasal 354 KUHP disebutkan bahwa barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun dan apabila perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun. 

Pada kasus ini, terdapat juga dugaan pemalsuan surat keterangan kematian yang dilakukan oleh Pihak Rumah Sakit Yasyfin Gontor. Pemalsuan surat dapat dikenakan pidana dengan ancaman paling lama pidana kurungan selama 4 (empat) tahun.  Hal itu sesuai dengan Pasal 267 KUHP dimuat dalam Buku Kedua Bab XII tentang Pemalsuan Surat yang berbunyi Seorang dokter yang dengan sengaja memberikan surat keterangan palsu tentang ada atau tidaknya penyakit, kelemahan atau cacat, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.