Konsistensi Sri Soemantri Dalam Hukum Konstitusi

Mengenai poin ketiga, pendapat Prof. Sri terkesan diametral dengan pendapat yang selama ini ia bangun. Berkenaan dengan hal itu menegaskan bahwa bukan berarti tanpa adanya peraturan tentang pembatasan, semua bagian dari konstitusi dapat diubah. Dengan kata lain pembatasan menjadi keniscayaan, meskipun pembatasan tersebut akan bergantung pada faktor politik.

Melalui poin-poin sebelumnya, telah jelas tercermin bahwa Prof. Sri Soemantri merupakan ahli HTN yang sangat konsisten dengan kajian-kajian yang dilakukannya sejak awal karir politik maupun ilmiahnya. Beliau seakan-akan ingin menuntaskan sejarah yang dimulai sendiri saat menjadi salah satu anggota konstituante hingga saat menjadi Ketua Komisi Konstitusi.

Meskipun pada akhirnya kajian dari Komisi Konstitusi digantung sampai sekarang, pemikiran-pemikiran beliau masih dapat kita jadikan rujukan dalam studi hukum tata negara khususnya mengenai hukum konstitusi. Selain itu, beliau benar-benar konsisten dalam bersikap, bahwa spirit saat menyampaikan hasil kajian dari Komisi Konstitusi, ternyata sama dengan spirit yang beliau sampaikan saat menutup Pidato Ilmiah yang menasbihkan beliau sebagai Guru Besar HTN. “..apabila suara saya ini ibarat teriakan di padang pasir yang sangat luas – yang mungkin tidak ada yang memperhatikan- akan terus saya kumandangkan. Hanya itulah yang dapat saya sumbangkan kepada negara dan bangsa sebagai seorang guru di bidang Hukum Tata Negara di Perguruan Tinggi.” Menjelang akhir pengabdiannya, Prof. Sri menerima Muh. Yamin Award dari Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas untuk kategori lifetime achievement tahun 2014.