Memaknai Diksi “Pohon” Dalam Undang-Undang Narkotika Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 86/PUU-XVIII/2020

Menanggapi hal tersebut, Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa ketidakjelasan makna “pohon” dalam UU Narkotika tidaklah menciderai hak atas kepastian hukum yang adil sebagaimana di jamin dalam Pasal 28D UUD NRI 1945. Menurut Mahkamah di dalam mempertimbangkan rumusan kata “pohon” yang terdapat dalam Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika, tidak dapat dipisahkan dan harus memperhatikan pengertian kata “pohon” dari beberapa sumber dan pendapat ahli sebagai berikut. Pertama, arti kata “pohon” menurut KBBI, pohon/po·hon/ n (1) tumbuhan yang berbatang keras dan besar; pokok kayu: – – asam; — mangga; (2) bagian yang permulaan atau yang dianggap dasar; pangkal; (3) asal mula; pokok sebab. Kedua, pengertian pohon menurut ahli botani bernama Baker dalam bukunya berjudul Prinsip-Prinsip Silvikultur, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1987 menyatakan, “pohon merupakan tumbuhan berkayu yang mempunyai satu batang dan memiliki bentuk yang jelas dengan tinggi tidak kurang dari 8 kaki (2,438 meter)”. Ketiga, menurut Dengler, pohon diartikan sebagai suatu tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun yang jelas dengan tinggi minimal 5 meter.