Menilik Film Hotel Rwanda dalam kacamata HAM; Kejahatan Genosida.

Semua didasari atas politik kepentingan, golongan yang fanatik terhadap Hutu membuat cerita manipulatif bahwa Tutsi lah yg membunuh presiden mereka. Supaya hutu yg netral (tidak ada yg berniat memberontak) mereka pada akhirnya dibuat supaya membenci Tutsi. Maka bertambah banyak orang orang dari Hutu yang menentang Tutsi. Selain dari pada itu negara Kigali berpihak kepada hutu, hutu lah yang nantinya menjadi suku tertinggi,  karena Tutsi hilang tidak ada lagi Tutsi yang ditinggikan.

Bagaimana PBB hadir dalam konflik Kejahatan genosida ini?

PBB turun tangan untuk ikut mendamaikan antara etnis Hutu dan Tutsi menggaungkan HAM (Hak hidup, Hak atas kebebasan berkumpul secara damai, Hak untuk tidak disiksa, Hak atas kebebasan dan keamanan dirinya dan lainnya).

Tutsi dan hutu sebelum pecahnya pemberontakan sudah pernah melakukan perjanjian untuk melakukan perdamaian, akan tetapi hutu merasa tidak puas terhadap keputusan akhir perjanjian tersebut. akhirnya memberontak, dimanipulasi. 

PBB yang turun tangan pun kewalahan, niat menggaungkan perdamaian tapi diri mereka pun terancam. Dari pemberontakan hutu yang tidak ingin ada intervensi PBB. Akhirnya huttu membunuh 10 tentara dr pihak PBB sebagai bentuk ancaman terhadap PBB.